Pages

Tuesday, 23 April 2013

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI UMUM: PEMBUATAN MEDIA




PEMBUATAN MEDIA
I.         TUJUAN
Adapun tujuan praktikum ini yaitu untuk mengetahui cara pembuatan media pertumbuhan bakteri
 II.       PRINSIP DASAR
Berdasarkan literatur, waktu yang dibutuhkan untuk  pertumbuhan miselia dalam media cair relatif lebih cepat (Suriawiria, 2001), resikn kontaminasi lebih kecil, dan lebih mudah dikembangkan pada skala yang lebih besar. Fujii dan kawan-kawan, pada tahun 1978 melaporkan bahwa miselia memiliki kandungan dan kegunaan yang hampir sama dengan tubuh buah, yaitu dalam ha1 aktivitas antitumornya. Mengingat kegunaan yang hampir sama tersebut akan menguntungkan apabila tubuh bnah dapat disubstitusi dengan miselianya (Erma, et al., 2003)
Sebelum dipakai dalam uji antibakteri, bakteri S. aureus dan E. coli yang akan dipakai harus diregenerasi terlebih dahulu ( umur 24 – 48 jam). Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat biakan agar miring yaitu menggoreskan biakan dari stok bakteri ke media Nutrient Agar (NA) miring yang masih baru. Kemudian diinkubasi pada suhu 37 oC selama 24 jam. Biakan tersebut merupakan aktivitas awal dari stok bakteri yang telah disimpan pada suhu 4 – 5 oC. Dari biakan tersebut diambil satu ose untuk setiap bakteri uji ( S. aureus dan E. coli) dan diinokulasikan ke dalam 100 mL Nutrient Broth (NB) steril pada erlemeyer ukuran 250 mL. Selanjutnya erlemeyer tersebut diinkubasi di dalam inkubator bergoyang (shaker) dengan kecepatan 150 rpm (Nufailah, et al., 2008).
Setiap jamur yang tumbuh diinokulasikan pada media PDA menggunakan ose, kemudian diinkubasi selama 3x24 jam pada suhu kamar. Setiap jamur yang tumbuh diinokulasikan kembali dengan cara memindahkan pada media PDA yang mengandung inulin 1% pH 5,0. Koloni dan miselium yang telah terpisah diamati bentuk dan ukuranya secara makroskopis dan mikroskopis serta dilakukan foto mikroskop. Biakan murni ini sebagai isolat dipindahkan ke agar miring (PDA ditambahkan dengan 1% inulin) dengan pH 5,0 untuk disimpan dan dipelihara sebagai kultur stok. Semua biakan murni yang didapat di tentukan genus atau spesiesnya berdasarkan bentuk dan ukuran koloninya (Saryono, et al., 2007)
Media padat terbuat dari plat\ agar ampisillin atau plat agar ampisillin-tetrasiklin yang mengandung biakan permanen beku atau liofilisat yang disuspensikan lebih dahulu. Media cair terbuat dari Nutrient Broth oxoid nomer.2 sebanyak 25 gram dilarutkan dalam 1 liter air kemudian disterilkan dalam autoklave 121 0C selama 20 menit. Biakan dengan media padat diinkubasai pada suhu 370C selama 48 jam sedangkan media cair diinkubasi pada inkubator kocok dengan suhu 370C selama 24 jam. Bakteri yang dibiakkan pada media cair diuji konfirmasi genotip untuk memastikan bahwa galur bakteri yang digunakan memenuhi syarat (Suprastiwi, 2005).
Metode penentuan angka mikroba terdiri dari (a) penetuan angka mikroba total dimana dengan cara ini tidak dapat dibedakan antara mikroba yang hidup dengan sel mikroba yang sudah mati, (b) penetuan angka mikroba yang hidup karena mikroorganisme mempunyai kecenderungan untuk membentuk koloni yang dapat diamati secara visual, (c) penetuan massa sel melalui kekeruhan media biakan maupun melalui kadar nitrogen dan (d) penetuan aktifitas biokimia sel (Saptarni, 2007). 
Pertumbuhan M. aeruginosa pada media padat menggunakan beberapa metode, yaitu cawan sebar, cawan gores, dan agar-agar lapis ganda (double layer). Pembuatan agar-agar lapis ganda dilakukan dengan menuangkan 5 ml kultur M. aeruginosa ke dalam 100 ml media. Konsentrasi agar-agar pada lapisan bawah bervariasi antara 1-2%, sedangkan untuk lapisan atas 0.5-1%. Penyimpanan kultur M. aeruginosa dilakukan pada suhu ruang dan diberi perlakuan terang dengan 4 lampu fluoresen 18 watt (Philips) yang menghasilkan +1000 lux cahaya (Racmahdi, 2008).


UNTUK MENDOWNLOAD FULL LAPORAN INI (file doc.) KLIK DISINI via Mediafire
Post a Comment